Rabu, 01 Oktober 2008

Senin, 01/09/2008 11:04 WIB '


Bersihkan' Baksil, SOS Dipecah

Salomo Sihombing - detikBandung



-->Bandung - Salah satu komunitas yang bersikeras mempertahankan Babakan Siliwangi sebagai ruang terbuka hijau adalah Sanggar Olah Seni (SOS). Namun SOS pun harus mempertahankan diri dari perpecahan.Adanya upaya untuk memecah belah SOS diungkapkan Ketua SOS Syarif Hidayat dalam acara botram (makan siang di taman) bersama komunitas-komunitas yang peduli Baksil di Babakan Siliwangi, Minggu (31/8/2008)."Teman-teman Sanggar Olah Seni sudah dipecah-belah. Oleh pemerintah, para seniman yang mau pindah dari Baksil difasilitasi untuk menggelar acara di Jakarta. Disbudpar juga menunjuk langsung orang baru yang kapasitasnya dipertanyakan untuk memimpin SOS," ujar Syarif.Hal ini, dijelaskan Syarif, adalah cara penguasa yang ingin memaksakan kepentingan pengusaha kepada publik dan komunitas seniman di Baksil. Para seniman diminta untuk pindah ke Pasar Seni Taman Sari, sehingga rencana pembangunan di Baksil tidak ada yang menghalangi."Kita mau dipindahkan seperti memindahkan ayam. Babakan Siliwangi ini punya nilai sejarah besar. Seniman-seniman besar kita dulu berangkat dari sini, tidak bisa begitu saja menggusur tempat bersejarah ini untuk dibangun yang katanya rumah makan," tandasnya.(lom/lom)

Tidak ada komentar: